BerandaDaerahTangani 42 Hektare Sawah Puso di Garut, BBWS dan Sekolah Sungai Cimanuk...

Tangani 42 Hektare Sawah Puso di Garut, BBWS dan Sekolah Sungai Cimanuk Salurkan Pompa Air

-

Bencana kekeringan ekstrem di Kabupaten Garut memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian setempat. Sedikitnya 42 hektare lahan sawah yang berada di perbatasan Kecamatan Bayongbong, Sukaresmi, dan Pasirwangi dilaporkan mengalami puso atau gagal panen akibat ketiadaan pasokan air.

Merespons kondisi krisis tersebut, Sekolah Sungai Cimanuk bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung turun langsung ke lapangan untuk melakukan langkah penanganan darurat. Aksi tanggap darurat ini dilaksanakan pada Selasa hingga Kamis, 12-13 Oktober 2026, guna menahan dampak kekeringan yang kian meluas.

Dalam upaya penyelamatan tersebut, tim gabungan meminjamkan dan memasang unit mesin pompa air, sekaligus melakukan pengeboran sumur dangkal. Penanganan difokuskan pada tiga titik lokasi, yaitu Desa Padamukti di Kecamatan Sukaresmi, Desa Padamukti di Kecamatan Pasirwangi, dan Desa Mekarsari di Kecamatan Bayongbong.

Kondisi puso ini dinilai menjadi ancaman serius karena tidak hanya melenyapkan potensi hasil panen, melainkan juga memperberat beban ekonomi para petani yang telah mengeluarkan modal untuk pengolahan lahan, benih, dan pupuk. Gangguan produksi pertanian di kawasan tersebut turut dikhawatirkan mengganggu stabilitas ketahanan pangan.

Mewakili pihak pelaksana aksi, Yanto menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral bersama dalam situasi darurat. Ia menegaskan pihaknya tidak bisa tinggal diam melihat puluhan hektare sawah mengalami kekeringan ekstrem, seraya mengapresiasi kolaborasi lintas pihak yang dinilai penting untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Sementara itu, Petugas OP SDA BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Irwan Gunawan, menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan satu unit pompa air berukuran 4 inci dengan kelengkapan selang distribusi sepanjang 200 meter. Pompa tersebut difungsikan untuk menyedot air dari aliran sungai terdekat langsung menuju petak-petak persawahan petani.

Irwan mengungkapkan bahwa pemompaan air telah dimulai sejak malam sebelumnya di lokasi pertama dan mulai menunjukkan hasil positif, yang kemudian dilanjutkan penyedotannya untuk memulihkan kekeringan di kawasan Mekarsari. Ia menegaskan keterlibatan BBWS merupakan wujud semangat gotong royong instansi dalam merespons berbagai bencana, termasuk kekeringan pertanian.

Meski pengoperasian pompa dan sumur bor darurat ini diharapkan dapat menyuplai kebutuhan air mendesak, upaya pemulihan lahan yang telanjur mengalami puso dinilai tetap membutuhkan penanganan lanjutan serta perhatian berkelanjutan dari berbagai pihak terkait.

Related articles

Latest posts