BerandaDaerahPemkab Garut Evaluasi Tanggap Darurat dan Siapkan Pemasangan Rangka Baja Ringan di...

Pemkab Garut Evaluasi Tanggap Darurat dan Siapkan Pemasangan Rangka Baja Ringan di Pasar Andir

-

Pemerintah Kabupaten Garut mempercepat penanganan pascakebakaran di Pasar Andir, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong. Langkah percepatan tersebut dibahas melalui rapat evaluasi tanggap darurat yang digelar secara daring pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulah, menyampaikan bahwa usulan penanganan musibah ini telah melibatkan lima instansi pengelola utama. Instansi yang terlibat meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Sosial. Aah juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam pembersihan area terdampak kebakaran.

Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, menjelaskan bahwa evaluasi tersebut bertepatan dengan hari ketujuh pelaksanaan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan mulai 10 hingga 23 Oktober 2026. Pihaknya mencatat telah melakukan kaji ulang sebanyak dua kali berdasarkan surat dari Kepala Pelaksana BPBD bertanggal 12 dan 15 Oktober 2026, yang seluruh usulannya telah dirampungkan. Didit juga meminta agar perencanaan pengadaan belanja modal selama masa tanggap darurat segera dipercepat sesuai tata kelola barang milik daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Garut, Irwan Sutiawan, memaparkan bahwa kebakaran terjadi pada Rabu, 7 Oktober 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan sarana prasarana pasar sehingga mengganggu jalannya kegiatan jual beli serta mata pencaharian para pedagang.

Irwan menerangkan tahapan penanganan darurat difokuskan pada pengamanan lokasi, pembersihan sisa material kebakaran, dan penyediaan fasilitas sementara. Proses pengamanan dan pembersihan puing-puing sisa kebakaran telah selesai dilaksanakan setelah berlangsung selama tujuh hari. Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah mulai melakukan perhitungan teknis serta pemasangan infrastruktur sementara berbahan baja ringan.

Berdasarkan hasil pendataan resmi, kebakaran di area seluas 3.965 meter persegi tersebut merusak sebanyak 382 sarana perdagangan. Rincian kerusakan mencakup 113 unit kios rusak berat dan 16 unit rusak ringan di Blok A, 48 unit kios rusak berat di Blok B, 180 unit los rusak berat di Blok C, serta 25 unit lapak pedagang kaki lima yang juga mengalami rusak berat.

Related articles

Latest posts