BerandaDaerahBPBD Garut Pantau Hari Terakhir Pembersihan Puing Kebakaran Pasar Andir

BPBD Garut Pantau Hari Terakhir Pembersihan Puing Kebakaran Pasar Andir

-

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut melaksanakan monitoring kegiatan pembersihan material sisa kebakaran di kawasan Pasar Andir, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Kegiatan peninjauan lapangan tersebut dilangsungkan pada hari Jumat, 16 Oktober 2026.

Pelaksanaan kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu dipantau secara langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh. Turut hadir mendampingi dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, bersama dengan Camat Bayongbong.

Monitoring ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan dan pemulihan kawasan Pasar Andir pascakebakaran. Fokus utama dari pembersihan tersebut adalah menyingkirkan puing-puing bangunan serta berbagai material sisa kebakaran yang masih tertinggal di area kios dan los yang terdampak.

Hari Jumat, 16 Oktober 2026, tercatat sebagai hari ketujuh sekaligus hari terakhir pelaksanaan pembersihan material sisa kebakaran tersebut. Tahapan ini dijalankan dalam masa Status Tanggap Darurat Kebakaran Pasar Andir, di mana penyelesaiannya menjadi bagian penting untuk mempersiapkan kawasan pasar menuju tahapan pemulihan berikutnya.

Setelah proses pembersihan dinyatakan selesai, penanganan lanjutan akan difokuskan pada pemasangan atap kios dan los yang terdampak musibah kebakaran. Langkah perbaikan tersebut diharapkan mampu mendukung pemulihan sarana perdagangan serta mempercepat kembalinya aktivitas ekonomi bagi para pedagang Pasar Andir.

Seluruh rangkaian kegiatan pembersihan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor secara bersama-sama. Unsur-unsur yang terlibat meliputi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut, BPBD Kabupaten Garut, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Lingkungan Hidup.

Selain itu, pengerahan tenaga juga datang dari Dinas Sosial melalui Taruna Siaga Bencana atau Tagana, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta partisipasi aktif dari unsur masyarakat dan para pedagang Pasar Andir sendiri.

Sinergi lintas sektor tersebut dijalankan sebagai upaya untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai dengan kondisi di lapangan. Koordinasi yang baik akan terus dilakukan demi mendukung kelancaran seluruh tahapan pemulihan serta membantu para pedagang terdampak agar dapat segera kembali menjalankan aktivitas perdagangan mereka.

Related articles

Latest posts