Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan 620 titik skrining Tuberkulosis (TBC) melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Rencana tersebut dibahas dalam Pertemuan Lintas Sektor bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Selasa (22/9/2026).
Bupati Garut memaparkan bahwa luas wilayah dan jumlah penduduk menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan penanggulangan TBC. Saat ini, Garut memiliki 2.948.000 jiwa yang tersebar di 42 kecamatan, 421 desa, dan 21 kelurahan dengan luas wilayah mencapai 3.101,24 kilometer persegi. Pelayanan kesehatan di daerah tersebut ditopang oleh 67 Puskesmas, 148 Puskesmas Pembantu (Pustu), 4.402 Posyandu, serta 9 Rumah Sakit dengan daya tampung 1.183 tempat tidur.
Menurut Bupati Garut, program CKG difungsikan sebagai pintu masuk deteksi dini penemuan kasus penyakit, termasuk TBC. Berdasarkan data pemerintah daerah, penemuan kasus positif TBC di Garut meningkat dari 5.378 kasus pada 2021 menjadi 9.709 kasus pada 2025, dengan total kumulatif lima tahun mencapai 41.505 kasus. Melalui metode Active Case Finding (ACF) yang terintegrasi dengan CKG, Garut telah memeriksa 94.633 orang di 573 lokasi dan mendapati 4.904 orang positif TBC. Pemkab Garut juga telah menetapkan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC 2025-2029 serta membentuk tim pengendali hingga tingkat desa.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa penanganan kesehatan merupakan urusan pemerintahan wajib terkait pelayanan dasar yang membutuhkan kerja sama lintas sektor. Ia mengungkapkan bahwa capaian penemuan kasus TBC di Jawa Barat telah menyentuh 96 persen, namun cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) baru mencapai 17 persen. Wamendagri juga mengapresiasi langkah Bupati Garut yang telah memasukkan alokasi anggaran penanganan TBC ke dalam APBD, RPJMD, dan RKPD.
Sementara itu, Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menyatakan penanganan kesehatan merupakan bagian dari program Asta Cita yang diusung Presiden RI Prabowo Subianto. Di tingkat nasional, penemuan kasus TBC tercatat meningkat dari 48,46 persen pada periode 2020-2021 menjadi 80 persen pada tahun lalu, dengan 867.000 pasien telah mendapatkan pengobatan dari estimasi 1.090.000 kasus.
Wamenkes menambahkan, pemerintah menyiapkan pelaksanaan program CKG menggunakan peranti X-Ray di 10.939 titik di seluruh Jawa Barat, dengan alokasi 620 titik di Kabupaten Garut. Pertemuan lintas sektor tersebut menyimpulkan bahwa eliminasi TBC membutuhkan keterlibatan menyeluruh, mulai dari aparat desa, kader, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, dunia usaha, media, hingga masyarakat.
