Dewan Tahfidzi Kabupaten Persaudaraan Alumni 212 Garut menyelenggarakan kegiatan Dialog Multikultural bertajuk Menegakkan Kemanusiaan dan Keluhuran Moral Lintas Iman di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (13/8/2026). Forum ini digelar guna memperkuat nilai-nilai toleransi, merawat keberagaman, serta mencegah potensi polarisasi masyarakat menjelang momentum politik lokal.
Pertemuan tersebut melibatkan kehadiran berbagai tokoh dari beragam elemen masyarakat, perwakilan lintas agama, hingga jajaran Pemerintah Kabupaten Garut. Kehadiran lintas unsur ini ditujukan untuk membangun kesepahaman bersama dalam memelihara keharmonisan di tengah dinamika sosial.
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Garut, dr. Maskut Farid, menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap pemeliharaan kerukunan warga. Ia menyatakan bahwa kemajuan pembangunan fisik tidak akan membawa hasil optimal jika masyarakatnya tidak hidup dalam situasi yang harmonis, aman, dan penuh toleransi.
Maskut juga mengingatkan bahwa pendekatan radikal serta cara-cara kekerasan cenderung bersifat kontraproduktif bagi kemajuan wilayah. Sebaliknya, pembukaan ruang dialog secara terbuka dipandang sebagai langkah konstruktif untuk menciptakan rasa aman dan tenteram, sehingga kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera dapat terwujud.
Apresiasi terhadap acara ini turut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, Hamzah Rukmana. Ia memandang Kabupaten Garut sebagai daerah beradab yang menjadi episentrum kekayaan keragaman agama dan kepercayaan, meliputi umat Islam, Katolik, Kristen, Konghucu, Buddha, hingga penganut Sunda Wiwitan.
Hamzah menegaskan komitmen Kementerian Agama bersama pemuka agama dan pemerintah daerah untuk terus merawat kerukunan yang berkesinambungan. Menurutnya, pemeliharaan keharmonisan tidak hanya menyangkut relasi antarumat beragama, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap tradisi, kesenian, dan budaya lokal di Kabupaten Garut.
Sementara itu, Ketua Umum DTK Persada 212 Garut, Aam Moh. Jalaludin, menyerukan kepada seluruh kiai, ulama, romo, pendeta, biksu, rohaniawan, serta tokoh adat agar bersatu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Ia menolak keras segala praktik kampanye hitam dan pembunuhan karakter yang memanfaatkan isu agama, sekaligus menegaskan bahwa figur lintas agama mengemban peran sebagai penyejuk dan jangkar moral demi menjaga kondusivitas daerah.
