BerandaGarutBupati Garut Lantik Pengurus DHR-45, Minta Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

Bupati Garut Lantik Pengurus DHR-45, Minta Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

-

GARUT, PEWARTAJABAR.COM – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melantik pengurus Dewan Harian Ranting 45 (DHR-45) Kecamatan se-Kabupaten Garut di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Jumat (11/9/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri jajaran DHC/DHR-45 serta sejumlah pihak terkait. Dalam sambutannya, Bupati Garut menyampaikan selamat kepada para pengurus yang telah dikukuhkan dan berharap mereka dapat menjalankan amanah dengan baik.

Syakur mengatakan, keberadaan DHR-45 memiliki peran penting di tengah masyarakat. Para pengurus yang berasal dari unsur tokoh masyarakat diharapkan mampu menjadi panutan sekaligus memberikan contoh yang baik di lingkungan masing-masing.

“Jadikan diri kita adalah contoh buat masyarakat kita,” kata Syakur.

Ia menambahkan, DHC maupun DHR-45 merupakan mitra strategis Pemerintah Kabupaten Garut. Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang untuk membangun sinergi dalam berbagai kegiatan yang mendukung pembangunan daerah.

“Pemerintah akan senantiasa mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan oleh DHC,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syakur juga menyampaikan kondisi pembangunan Kabupaten Garut yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan kemampuan anggaran daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar pembangunan tetap berjalan. Salah satunya dengan melakukan koordinasi dan konsultasi ke pemerintah pusat terkait alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur serta pemenuhan kebutuhan kelistrikan masyarakat.

Di sisi lain, Syakur mengingatkan pentingnya menjaga semangat perjuangan yang menjadi nilai utama DHR-45. Menurutnya, semangat para pejuang kemerdekaan perlu diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini, terutama dalam membangun mental kemandirian.

Ia menilai para pejuang bangsa mampu memperjuangkan kemerdekaan dalam kondisi serba terbatas dengan mengandalkan tekad, ketulusan, keikhlasan, dan kerja keras.

“Ketika bangsa ini belum punya apa-apa mereka mandiri, berusaha dengan segala kemungkinan untuk merebut kemerdekaan, tanpa ada dorongan dari siapapun,” ungkapnya.

Syakur berharap nilai-nilai tersebut dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus sehingga semangat perjuangan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi menjadi dorongan untuk bersama-sama membangun daerah dan bangsa.

Related articles

Latest posts