BerandaDaerahBBWS Cimanuk-Cisanggarung Siapkan Pompa dan Tiga Sumur Bor Tangani 42 Hektare Sawah...

BBWS Cimanuk-Cisanggarung Siapkan Pompa dan Tiga Sumur Bor Tangani 42 Hektare Sawah Puso di Garut

-

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung menyiapkan skema penanganan darurat hingga jangka panjang untuk menyelamatkan 42 hektare lahan sawah yang mengalami puso akibat kekeringan di Kabupaten Garut. Lahan pertanian yang terdampak tersebut berada di kawasan perbatasan Kecamatan Pasirwangi, Sukaresmi, dan Bayongbong.

Penanganan di lapangan dipimpin langsung oleh Irwan Gunawan pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Fokus utama penanganan ini adalah memastikan ketersediaan pasokan air dalam waktu dekat, sekaligus membangun ketahanan sistem pengairan agar krisis kekeringan serupa tidak berulang pada setiap musim kemarau.

Sebagai intervensi cepat, BBWS menyiapkan mesin pompa air dengan selang berdiameter 6 inci untuk menyedot air dari Sungai Cigarukgak. Sungai yang berhulu di Kecamatan Pasirwangi dan mengalir hingga ke hilir Kecamatan Bayongbong tersebut dijadikan sumber air utama. Air nantinya dialirkan melalui jalur sepanjang sekitar 200 meter menuju hamparan sawah yang terdampak untuk menyelamatkan lahan yang masih bisa dipertahankan.

Selain mengandalkan air sungai, BBWS juga menyiapkan sumber air alternatif dengan merencanakan pembuatan tiga titik sumur bor. Berdasarkan hasil pemetaan, satu titik sumur bor direncanakan dibangun di Desa Padamukti yang berada di perbatasan Kecamatan Sukaresmi dan Pasirwangi, sementara dua titik lainnya akan ditempatkan di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong. Sumur bor ini disiapkan sebagai cadangan ketika debit Sungai Cigarukgak menurun drastis saat puncak kemarau.

Penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa persoalan kekeringan di area tersebut juga dipicu oleh lemahnya infrastruktur irigasi. Saluran pengairan di lahan seluas 42 hektare itu masih berupa selokan tanah dan belum pernah tersentuh pembangunan permanen, sehingga distribusi air tidak efisien. Menanggapi kondisi tersebut, Irwan Gunawan menegaskan komitmen pihaknya untuk membangun saluran tersier permanen sebagai solusi jangka panjang.

Kondisi kekeringan berkepanjangan itu juga ditandai dengan fenomena tumbuhnya tanaman liar berduri, yakni Cucuk Garut dan pohon Takokak, di tengah areal persawahan yang puso. Tumbuh suburnya tanaman tahan kering tersebut menjadi indikator bahwa lahan sawah produktif itu telah lama tidak terairi dan berubah menjadi tegalan yang gersang.

Langkah yang diambil BBWS Cimanuk-Cisanggarung mendapat apresiasi dari Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Khaddapi. Ia menilai langkah pemompaan darurat sepanjang 200 meter tersebut merupakan aksi nyata yang sangat tepat untuk menjawab kebutuhan mendesak petani saat ini.

Mulyono menambahkan, keberadaan sumur bor akan memperkuat cadangan air, sedangkan pembangunan saluran irigasi permanen menjadi kunci penanganan di masa mendatang. Menurutnya, dominasi tanaman Cucuk Garut dan Takokak di lahan tersebut menjadi peringatan nyata bahwa kondisi lahan telah mengalami kerusakan serius dan membutuhkan pembenahan infrastruktur yang berkelanjutan.

Related articles

Latest posts