BerandaDaerahSekolah Sungai Cimanuk Tebar 200 Kilogram Benih Ikan untuk Pulihkan Ekosistem Sungai...

Sekolah Sungai Cimanuk Tebar 200 Kilogram Benih Ikan untuk Pulihkan Ekosistem Sungai Cikokok

-

Sekolah Sungai Cimanuk melakukan aksi pelepasan ratusan kilogram benih ikan di aliran Sungai Cikokok, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, pada Senin, 21 September 2026. Sebanyak 200 kilogram atau sekitar dua kuintal benih ikan mas dan nila ditebar dalam upaya memulihkan ekosistem perairan setempat. Langkah nyata ini diharapkan mampu menjaga keanekaragaman hayati serta mengembalikan keseimbangan alam di kawasan tersebut.

Gerakan pemulihan ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi ekosistem sungai yang terus mengalami tekanan akibat pencemaran lingkungan. Selain itu, praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan di masa lalu turut memperburuk kondisi populasi ikan di Sungai Cikokok. Melalui penebaran benih ikan mas dan nila ini, populasi ikan diharapkan dapat berkembang kembali secara berkelanjutan di habitat aslinya.

Kepala Sekolah Sungai Cimanuk, Yanto Rangkuti, menegaskan bahwa kegiatan pelepasan ikan ini bukan sekadar agenda seremonial belaka. Menurutnya, aksi ini merupakan komitmen konkret dari lembaga yang dipimpinnya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem sungai. Pihaknya sengaja memilih jenis ikan mas dan nila karena kedua spesies tersebut dinilai sangat sesuai dengan karakteristik dan habitat alami Sungai Cikokok.

Yanto menambahkan bahwa keberadaan populasi ikan yang sehat menjadi indikator penting bagi kualitas ekosistem perairan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa upaya pemulihan ekosistem tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan penebaran benih ikan. Keberhasilan jangka panjang program ini sangat membutuhkan perubahan perilaku masyarakat sekitar dalam memperlakukan dan menjaga aliran sungai.

Guna mendukung keberlanjutan ekosistem, Sekolah Sungai Cimanuk menyampaikan tiga pesan penting kepada masyarakat setempat. Pertama, warga diimbau untuk menjaga kebersihan sungai dengan tidak lagi membuang sampah rumah tangga ke aliran air. Kedua, masyarakat diminta menghentikan segala bentuk pencemaran, termasuk pembuangan limbah kimia maupun deterjen yang dapat merusak kualitas air. Ketiga, penangkapan ikan harus dilakukan dengan cara yang lestari, tanpa menggunakan racun, alat setrum, atau bahan peledak yang dapat memusnahkan organisme air.

Yanto berharap Sungai Cikokok dapat kembali berfungsi sebagai lumbung pangan sekaligus ruang hidup bersama bagi seluruh warga setempat. Di sisi lain, masyarakat sekitar menyambut baik kegiatan ini dengan antusiasme yang tinggi. Warga berharap aksi pelestarian lingkungan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama demi menjaga kelestarian Sungai Cikokok serta anak-anak sungai lainnya yang bermuara ke Sungai Cimanuk.

Related articles

Latest posts