Pemerintah Kabupaten Garut secara resmi mencanangkan Bulan Dana Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut Tahun 2026. Pencanangan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam rangkaian kegiatan apel gabungan yang berlangsung di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, pada Senin (5/10/2026).
Dimulainya gerakan kemanusiaan tersebut ditandai secara simbolis melalui pembayaran sumbangan perdana menggunakan metode QRIS oleh Bupati Garut. Program penggalangan dana ini dirancang untuk memperkuat kapasitas PMI dalam merespons berbagai persoalan kemanusiaan di Garut, mulai dari penyediaan layanan darah hingga penanganan darurat bencana alam.
Dalam sambutannya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengapresiasi pelaksanaan Bulan Dana PMI yang dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam menyikapi berbagai musibah. Syakur mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar, untuk turut berpartisipasi agar kepedulian sosial dapat tertanam sejak usia dini melalui pemahaman tugas kemanusiaan PMI.
Selain mengajak masyarakat umum, Pemkab Garut juga memberlakukan kontribusi terukur bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Syakur memastikan bahwa besaran iuran yang ditentukan tidak akan memberatkan pegawai, namun tetap dapat mendorong pencapaian target penghimpunan dana kemanusiaan secara maksimal.
Ketua PMI Kabupaten Garut dr. Helmi Budiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran Pemkab Garut atas dukungan yang diberikan. Helmi menegaskan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan dialokasikan secara transparan untuk mendanai program-program prioritas, salah satunya pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) dari tingkat Mula, Madya, hingga Wira.
Helmi menjelaskan bahwa dana kemanusiaan juga dimanfaatkan untuk operasional penanggulangan bencana, baik penyediaan logistik maupun pengerahan relawan. Dalam penanganan bencana di Kabupaten Garut seperti tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan, PMI selalu berkoordinasi aktif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta relawan lainnya. PMI Garut sebelumnya juga tercatat pernah mengirimkan personel dan bantuan ke daerah terdampak bencana di luar Garut, seperti Cianjur dan Aceh.
Mengenai ketersediaan stok darah di Kabupaten Garut, Helmi menyampaikan bahwa stok labu darah secara umum telah mencapai 98 persen untuk memenuhi kebutuhan standar. Meski demikian, persediaan untuk beberapa jenis golongan darah tertentu masih mengalami fluktuasi, dan pengolahannya terkadang harus diproses di Bandung karena keterbatasan penanganan di tingkat lokal.
